Transportasi

Pembukaan Rute Transjabodetabek Baru Dorong Akses Transportasi Publik Terintegrasi

Pembukaan Rute Transjabodetabek Baru Dorong Akses Transportasi Publik Terintegrasi
Pembukaan Rute Transjabodetabek Baru Dorong Akses Transportasi Publik Terintegrasi

JAKARTA - Pemerintah pusat menyambut positif wacana pembukaan rute baru Transjabodetabek yang diusulkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Rencana ini dinilai sejalan dengan upaya memperluas akses transportasi publik lintas wilayah. Fokus utama kebijakan tersebut adalah meningkatkan mobilitas masyarakat secara lebih efisien.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan keterbukaannya terhadap rencana tersebut. Namun, ia mengaku usulan resmi terkait penambahan rute belum diterima secara langsung. Meski demikian, pembahasan akan segera dilakukan apabila dokumen resmi telah masuk.

Menurut Dudy, prinsip pelayanan masyarakat menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan. Ia menegaskan pemerintah akan mengupayakan setiap program yang berdampak positif. “Selama untuk pelayanan masyarakat pasti kami akan upayakan dan laksanakan,” ujarnya.

Rencana Rute Bandara dan Kawasan Industri

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan pembukaan dua rute baru Transjabodetabek. Rute tersebut menghubungkan Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta serta Cawang menuju Jababeka. Kedua rute dinilai memiliki potensi penumpang yang tinggi.

Pramono menyampaikan bahwa realisasi rute baru masih menunggu persetujuan dari Menteri Perhubungan. Ia berharap usulan tersebut dapat segera disetujui. Menurutnya, rute bandara ke pusat kota akan menjadi salah satu jalur paling diminati.

“Mudah-mudahan disetujui Transjabodetabek dari Bandara ke Blok M,” ungkapnya. Ia menilai jalur tersebut berpeluang ramai seperti rute lain yang sudah beroperasi. Antusiasme masyarakat terhadap konektivitas lintas wilayah menjadi pertimbangan utama.

Dorongan Peningkatan Penggunaan Angkutan Umum

Pembukaan rute baru dilatarbelakangi tingginya permintaan akses transportasi publik ke bandara. Selain itu, kebutuhan perjalanan menuju kawasan Bekasi dan Karawang juga terus meningkat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah memperluas jaringan layanan.

Pramono turut mengajak masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk lebih aktif menggunakan angkutan umum. Ia menilai fasilitas transportasi publik telah tersedia dengan cukup baik. Namun, tingkat pemanfaatannya masih belum optimal.

Meskipun konektivitas Transjakarta telah mencapai 92 persen, tingkat penggunaannya baru sekitar 23,4 persen. Penambahan rute diharapkan mampu meningkatkan angka tersebut. Dampak lanjutan yang diharapkan adalah berkurangnya kemacetan di wilayah Jakarta.

Kondisi Jaringan dan Tantangan Anggaran

Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 16 rute Transjabodetabek. Rute tersebut mencakup berbagai jalur strategis lintas kota penyangga. Beberapa di antaranya menghubungkan kawasan perumahan, pusat bisnis, dan simpul transportasi.

Ekspansi rute baru dilakukan di tengah penyesuaian anggaran subsidi transportasi. Dalam APBD 2026, subsidi Transjakarta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini menjadi tantangan dalam menjaga kualitas layanan.

Pemerintah daerah tetap berupaya memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Efisiensi dan penyesuaian program menjadi langkah yang dipertimbangkan. Transportasi publik tetap ditempatkan sebagai prioritas kebijakan.

Strategi Realokasi untuk Menjaga Layanan

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Yoga menjelaskan kebutuhan anggaran Transjakarta. Menurutnya, dana yang diperlukan untuk menjaga standar pelayanan minimum cukup besar. Anggaran tersebut dibutuhkan agar kualitas layanan tetap terjaga.

Dalam keterbatasan fiskal, pemerintah daerah akan melakukan realokasi anggaran. Program yang dinilai dapat ditunda akan disesuaikan kembali. Subsidi transportasi tetap menjadi fokus utama kebijakan.

“Kepentingan yang skala prioritasnya mungkin tidak utama namun masih bisa ditunda akan dialihkan,” ujarnya. Kebijakan serupa juga diterapkan pada moda transportasi lain seperti MRT dan LRT. Langkah ini diharapkan menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index