JAKARTA - Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM di awal Januari 2026.
Lima jenis BBM mengalami penurunan harga, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo. Penurunan ini mencerminkan upaya menyesuaikan harga dengan tren minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Harga BBM berbeda-beda di setiap provinsi sehingga konsumen perlu memantau update terbaru. Penyesuaian ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar energi. Pertamina dan pemerintah memiliki kewenangan untuk menetapkan harga BBM secara berkala.
Kebijakan penyesuaian harga juga menjadi instrumen untuk mendukung kelancaran distribusi energi nasional. Penurunan harga ini diharapkan meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha. Dengan harga yang kompetitif, penggunaan BBM dapat lebih efisien di seluruh Indonesia.
Harga BBM di Wilayah Sumatera dan Jawa
Di Provinsi Aceh, harga Pertamax dibanderol Rp12.500 per liter, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000. Wilayah Sumatera Barat mencatat harga Pertamina Dex Rp14.200 per liter, lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Di Jawa Barat, harga Pertamax turun Rp400 menjadi Rp12.350, sementara Pertalite masih stabil.
Penurunan harga di Jawa Barat juga terjadi pada Pertamax Green, turun Rp350 menjadi Rp13.150 per liter. Pertamax Turbo ikut turun Rp350 menjadi Rp13.400 per liter. Dexlite dan Pertamina Dex turun paling tinggi, masing-masing Rp1.200 dan Rp1.400 per liter.
Wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta juga mencatat harga yang serupa dengan Jawa Barat. Pertamax di DKI Jakarta Rp12.350, sementara Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Perbedaan harga antarwilayah mencerminkan biaya distribusi dan kebijakan lokal masing-masing SPBU.
Harga BBM di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua
Di Kalimantan, harga Pertamax berkisar Rp12.650–Rp12.950, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000. Pertamina Dex di Kalimantan Selatan mencapai Rp14.200 per liter, tertinggi di pulau tersebut. Di Sulawesi, harga BBM seragam, dengan Pertamax Rp12.650 dan Biosolar Rp6.800.
Provinsi Papua juga mencatat harga Pertamax Rp12.650, Dexlite Rp13.800, dan Pertalite Rp10.000 per liter. Harga stabil di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Konsistensi harga BBM di wilayah timur Indonesia mempermudah perencanaan konsumsi energi masyarakat.
Kalimantan Timur dan Papua Barat Daya mencatat harga Pertamina Dex Rp13.900. Penyesuaian harga mencerminkan faktor distribusi, transportasi, dan biaya operasional SPBU. Dengan demikian, masyarakat dapat mengantisipasi biaya BBM saat melakukan perjalanan antarprovinsi.
Stabilitas Harga Pertalite dan Solar
Harga Pertalite dan solar tidak mengalami perubahan sejak 2022. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar atau solar tetap Rp6.800. Keberlanjutan harga ini membantu masyarakat dan pelaku usaha merencanakan anggaran transportasi.
Kestabilan harga kedua jenis BBM juga mendukung sektor logistik dan distribusi barang. Penetapan harga yang stabil mempermudah perhitungan biaya operasional transportasi. Pemerintah dan Pertamina menjaga kestabilan ini sebagai upaya menahan inflasi bahan bakar.
Dengan harga Pertalite dan solar tetap, konsumen dapat memanfaatkan BBM bersubsidi untuk kendaraan dan kebutuhan usaha. Stabilitas ini menjadi acuan dalam perencanaan ekonomi rumah tangga. Sementara itu, BBM nonsubsidi disesuaikan mengikuti pasar global.
Dampak Penurunan Harga dan Pemantauan Konsumen
Penurunan harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex diharapkan meringankan beban konsumen. Dampak langsung terlihat pada biaya transportasi dan operasional kendaraan bermotor. Penyesuaian ini sekaligus mencerminkan fluktuasi harga minyak global dan nilai tukar rupiah.
Konsumen disarankan untuk memantau daftar harga BBM secara berkala. Harga di setiap SPBU bisa berbeda tergantung wilayah dan kebijakan distribusi lokal. Dengan pemantauan rutin, masyarakat dapat membeli BBM dengan harga terkini dan merencanakan penggunaan lebih efisien.
Penyesuaian harga BBM ini juga berdampak pada pelaku usaha transportasi dan logistik. Penurunan harga BBM membantu mengurangi biaya produksi dan distribusi barang. Dengan demikian, penyesuaian harga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.